Tampilkan postingan dengan label Fantasious. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fantasious. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 April 2015

[Book Review] A Game Of Thrones

Judul: A Game Of Thrones (A Song Of Ice and Fire #1)
Penulis: George R. R. Martin
Penerjemah: Barokah Ruziati
Penerbit: Fantasious
Tebal: 968 halaman
Cetakan I, Maret 2015

Saat memainkan perebutan takhta, pilihannya hanyalah menang atau mati...

Inilah negeri tempat matahari terbenam. Negeri dengan tujuh kerajaan, tempat klan-klan besar saling berebut takhta.

Klan Baratheon, dengan rusa jantan bermahkota dengan warna hitam berlatar emas yang menjadi simbol. Semboyan mereka berbunyi Yang Kami Miliki adalah Amarah.

Klan Stark dengan direwolf abu-abu berlatar putih es sebagai simbol dan semboyan Musim Dingin Akan Datang.

Klan Lannister dengan singa emas berlatar merah tua yang angkuh dan semboyan Dengar Raunganku!

Klan Tully yang memilih lambang ikan trout melompat, warna perak berlatar biru dan merah serta semboyan Keluarga, Kewajiban, Kehormatan yang dijunjung tinggi.

Klan Targaryen yang namanya diucap rakyat Tujuh Kerajaan dengan tangan gemetar, berpanji naga berkepala tiga, merah berlatar hitam, dengan semboyan Api dan Darah.

Setiap klan terjun dalam pertempuran besar yang dipenuhi kepala-kepala terpancung, kuda bersimbah darah, dan tombak yang mengoyak rongga dada. Strategi dan tipu daya menjadi senjata utama mereka. Klan mana yang akan tampil sebagai penguasa?



Jumat, 06 Maret 2015

[Book Review] The Atlantis Gene

Judul: The Atlantis Gene (The Origin Mystery #1)
Penulis: A.G. Riddle
Penerjemah: Ahmad Alkadri
Penerbit: Fantasious
Tebal: 582 halaman
Cetakan I, Januari 2015

Di kejauhan Antartika, sekitar seratus lima puluh kilometer dari lepas pantai, ditemukan sebuah kapal selam yang diduga merupakan milik Nazi. Kapal tersebut mencuat dari suatu struktur yang terkubur dalam sebongkah gunung es. Para ilmuwan dari Immari gempar, mereka menduga struktur tersebut adalah Kota Atlantis yang hilang.

Di tempat lain, seorang mantan agen CIA, David Vale, mendapat pesan bersandi yang memuat informasi tentang rencana serangan teroris bernama Protokol Toba. Dengan petunjuk itu, ia berangkat ke Jakarta. Bersama organisasi antiteroris tempatnya bekerja sekarang, Menara Jam, ia menyelidikinya. Penyelidikan tersebut membawa David bertemu Kate Warner, ahli genetis brilian yang sedang mencoba mengobati autisme.

Dua dari subjek penelitian Kate diculik oleh Immari. Organisasi itu menduga bahwa Kota Atlantis yang ditemukan itu berisi manusia-manusia Atlantis yang sedang berhibernasi dan menunggu waktu yang tepat untuk terbangun. Satu-satunya jalan keluar untuk mencegah kepunahan umat manusia dari ancaman manusia Atlantis adalah dengan menemukan Gen Atlantis.

Apakah hal itu membuat Jakarta dalam bahaya? Bagaimana kaitan semua itu dengan Kate dan David, begitu pula Protokol Toba? Dan benarkah manusia Atlantis akan terbangun untuk memusnahkan umat manusia?

Jumat, 13 Februari 2015

[Book Review] City Of Heavenly Fire

Judul: City Of Heavenly Fire (The Mortal Instruments #6)
Penulis: Cassandra Clare
Penerjemah: Meda Satrio
Penerbit: Fantasious
Tebal:
Cetakan I, Januari 2015

WARNING!! SPOILER FOR THOSE WHO HAVEN'T READ THE 5 FIRST BOOKS AND CLOCKWORK PRINCESS.

Review for Clockwork Princess
Review for City of Bones
Review for City of Ashes
Review for City of Glass
Review for City of Fallen Angels
Review for City of Lost Souls

Minggu, 21 Desember 2014

[Book Review] Never Fade

Never Fade (The Darkest Minds #2)
Penulis: Alexandra Bracken
Penerjemah: Linda Boentaram
Penerbit: Fantasious
Tebal: 632 halaman
Cetakan I, November 2014


Setelah menghapus jejak dirinya dan meninggalkan teman-temannya demi melindungi mereka, Ruby terjun dalam misi-misi berbahaya untuk Liga Anak. Walau tujuan Liga Anak adalah menyelamatkan anak-anak yang diculik dari keluarga mereka dan dikurung dalam kamp-kamp karena kekuatan yang nyaris tak sadar mereka miliki, Ruby menjadi mengerti bahwa orang-orang baik tak selamanya baik.

Dengan kemampuan yang dimilikinya, Ruby terlibat dalam misi untuk mencari flashdrive penting berisi rahasia mengenai penyakit yang menewaskan sebagian besar anak di Amerika. Namun, untuk itu ia harus melakukan hal yang paling tidak ia inginkan lagi di dunia: bertemu Liam.

Dalam perjalanannya melintasi negara putus asa dan tak kenal hukum untuk mencari Liam dan jawaban atas segala musibah yang telah mengoyak hidupnya, ia harus memilih antara sumpahnya pada Liga, teman-temannya, serta pemuda yang paling dicintainya. Ruby bersedia melakukan apa pun demi mereka. Namun, bagaimana seandainya bertahan hidup bukanlah pilihan?


Sabtu, 13 Desember 2014

[Book Review] Stolen Songbird

Stolen Songbird (The Malediction Trilogy #1)
Penulis: Danielle L Jensen
Penerjemah: Nadya Andwiani
Penerbit: Fantasious
Tebal: 500 halaman
Cetakan I, Oktober 2014

Apa troll merasakan hal yang sama dengan manusia? Apa troll mengenal kesedihan, kemarahan, atau kebahagiaan? Bisakah troll mencintai troll lain? Atau apakah batin mereka sedingin batu yang mengubur mereka di bawahnya?

Cécile de Troyes mengira masa depannya ada di panggung-panggung megah di Trianon. Ia yakin kariernya sebagai penyanyi bersuara merdu akan cemerlang begitu ia meninggalkan Goshawk’s Hollow. Namun, hal tak terduga menyergapnya, menyeretnya ke sebuah negeri yang selama ini hanya pernah didengarnya dari dongeng lama. Tak ada mimpi seburuk membuka mata dan menyadari bahwa ia diculik ke sebuah kota yang terkubur di bawah reruntuhan gunung. Kota yang dipenuhi oleh makhluk… troll.

Kaum troll mengira Cécile bisa menjadi salah satu kunci melenyapkan kutukan penyihir yang melingkupi Kota Trollus selama lima abad. Kutukan yang membuat mereka tak mampu keluar dari kungkungan Gunung Terlupakan. Kutukan yang membuatnya terikat dengan pangeran troll angkuh bernama Tristan. Ia pikir hidupnya lebih baik berakhir, sampai ketika ia mulai menyadari rahasia-rahasia terselubung yang ada di kota itu. Ia sadar, jika ia melibatkan diri lebih jauh dengan segala intrik kaum troll, semua tak akan pernah sama lagi. Namun, terkadang, harus ada yang melakukan hal yang tak terbayangkan.

Mampukah Cécile bertahan dan menguak rahasia negeri troll? Kau pikir kau sudah tahu tentang kaum troll? Tunggu sampai kau menyelesaikan petualangan ini



Minggu, 30 November 2014

[Book Review] Clockwork Princess

Embedded image permalink
Clockwork Princess (The Infernal Devices #3)
Penulis: Cassandra Clare
Penerjemah: Dina Begum
Penerbit: Fantasious
Tebal: 625 halaman
Cetakan I, September 2014

It may gives spoilers if you haven't read this book and the 2 first books yet :)

Sebuah jaring bayang-bayang mulai menjerat para Pemburu Bayangan di Institut London. Mortmain merencanakan menggunakan Alat Infernal miliknya, pasukan automaton yang tak kenal belas kasihan, untuk menghancurkan Pemburu Bayangan. Ia hanya membutuhkan satu hal terakhir untuk merampungkan rencananya: ia membutuhkan Tessa Gray. Charlotte Branwell, kepala Institut London, sangat ingin menemukan Mortmain sebelum orang itu menyerang. Tapi ketika Mortmain menculik Tessa, dua pemuda yang jatuh hati kepadanya, Jem dan Will, bersedia melakukan apa saja untuk menyelamatkan Tessa. Karena, walaupun Tessa dan Jem sudah bertunangan, Will tetap mencintai Tessa.Sementara orang-orang yang mencintai Tessa berusaha untuk menyelamatkannya dari cengkeraman Mortmain, ia sadar bahwa satu-satunya orang yang dapat menyelamatkannya adalah dirinya sendiri. Namun, bisakah seorang perempuan, bahkan yang dapat memerintahkan kekuatan malaikat sekalipun, menghadapi seluruh pasukan? Bahaya dan pengkhianatan, rahasia dan pesona, jalinan cinta rumit dan kehilangan, terpintal jadi satu sementara para Pemburu Bayangan terdesak ke ambang kehancuran dalam kisah pamungkas trilogi Infernal Devices yang memukau.

Minggu, 23 November 2014

[Book Review] Clockwork Prince

Clockwork Prince (The Infernal Devices #2)
Penulis: Cassandra Clare
Penerjemah: Melody Violine
Penerbit: Ufuk
Tebal: 680 halaman


*Warning: SPOILER

Tessa Gray akhirnya menemukan tempat bernaung yang aman bersama para Pemburu Bayangan. Sayangnya, keamanan terkikis ketika sebagian anggota Kunci bersekongkol untuk melengserkan pelindung Tessa, Charlotte, dari kursi pimpinan Institut. Dengan bantuan Will yang tampan dan sering menghancurkan diri sendiri, juga Jem yang sangat kuat pengabdiannya, Tessa mengetahui bahwa latar belakang orangtuanya lebih menakutkan daripada yang pernah dibayangkannya. Ketika mereka berhadapan dengan iblis clockwork yang membawa peringatan bagi Will, mereka sadar sang Magister mengetahui setiap gerakan mereka dan pasti ada pengkhianat di antara mereka.
Di sisi lain, hati Tessa semakin tertarik kepada Jem, walaupun kerinduannya terhadap Will terus-menerus menggelisahkannya. Apakah dengan menemukan sang Magister, Will akan terbebas dari rahasianya dan Tessa menemukan jawaban tentang jati dirinya dan untuk apa ia dilahirkan? Ketika pencarian mereka untuk mengungkap semua itu menggiring mereka ke dalam bahaya, Tessa belajar bahwa ketika cinta bercampur dusta, hati yang paling bersih pun bisa ternoda.


Sabtu, 15 November 2014

[Book Review] The Darkest Minds

The Darkest Minds (The Darkest Minds #1)
Penulis: Alexandra Bracken
Penerjemah: Lulu Fitri Rahman
Penerbit: Fantasious

Tebal: 568 halaman
Cetakan I, September 2014

Ketika Ruby bangun pada ulang tahunnya yang kesepuluh, sesuatu tentang dirinya telah berubah. Sesuatu yang cukup mengkhawatirkan untuk membuat orangtuanya mengunci dirinya di garasi dan menelepon polisi. Sesuatu yang membuat dirinya dikirim ke Thurmond, kamp rehabilitasi milik pemerintah yang kejam. Dia mungkin telah selamat dari penyakit misterius yang membunuh sebagian besar anak-anak Amerika, tapi dia dan anak-anak lainnya harus berhadapan dengan sesuatu yang jauh lebih buruk: kemampuan menakutkan yang tidak dapat mereka kendalikan. Sekarang, saat berumur enam belas, Ruby termasuk salah satu orang yang memiliki kemampuan paling berbahaya.

Ketika kebenaran terungkap, Ruby susah payah meloloskan diri dari Thurmond. Sekarang dia dalam pelarian, putus asa mencoba menemukan satu tempat yang aman untuk anak-anak yang tersisa seperti dirinya—East River. Dia bergabung dengan sekelompok anak yang lolos dari kamp mereka sendiri. Liam, pemimpin mereka yang berani, sangat menyukai Ruby.Tapi tak peduli betapa dia menginginkan cowok itu, Ruby tidak bisa mengambil risiko berdekatan dengannya. Tidak setelah apa yang terjadi pada orangtuanya.

Ketika mereka tiba di East River, tempat itu tidak seperti apa yang dibayangkan, yang paling misterius adalah pemimpinnya. Tapi ada kekuatan lain yang bekerja, orang-orang yang tidak akan berhenti untuk menggunakan Ruby, dalam perjuangan mereka melawan pemerintah. Ruby akan dihadapkan dengan pilihan yang buruk, yang mungkin berarti menyerahkan satu-satunya kesempatan dia untuk sebuah kehidupan yang layak.



Minggu, 09 November 2014

[Book Review] Clockwork Angel

Clockwork Angel (The Infernal Devices #1)
Pengarang: Cassandra Clare
Penerjemah : Melody Violine
Penerbit: Ufuk
Tebal: 641 halaman
Cetakan I, Maret 2011

SIHIR MEMANG BERBAHAYA TAPI CINTA TETAP LEBIH BERBAHAYA 

 Pada zaman Victoria, Tessa Gray yang berusia enam belas tahun menyeberangi samudera untuk menemui kakak laki-lakinya di Inggris. Sesuatu yang mengerikan sedang menantinya di Dunia Bawah London, di mana vampir, warlock, dan makhluk gaib lainnya berjalan diam-diam di jalanan yang diterangi lampu gas. Hanya para Pemburu Bayangan, ksatria yang mengabdi untuk menyingkirkan iblis dari dunia, yang menjaga keteraturan di tengah kekacauan. Tanpa teman dan diburu, Tessa berlindung kepada para Pemburu Bayangan di Institut London. Tessa segera tertarik dengan dan terkoyak di antara dua sahabat. Ada James, yang ketampanan rapuhnya menyembunyikan rahasia mematikan. Lalu ada Will, yang bermata biru, dengan kejenakaan tajamnya dan suasana hatinya yang cepat berubah-ubah membuat semua orang menjaga jarak... semua orang, benar, kecuali Tessa. Dapatkah Tessa menemukan kakaknya? Kenapa Tessa diincar oleh Magister yang misterius? Akankah Will membiarkan Tessa memahaminya sebelum gadis itu luluh oleh kehangatan sahabatnya?


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...