Jumat, 06 Maret 2015

[Book Review] The Atlantis Gene

Judul: The Atlantis Gene (The Origin Mystery #1)
Penulis: A.G. Riddle
Penerjemah: Ahmad Alkadri
Penerbit: Fantasious
Tebal: 582 halaman
Cetakan I, Januari 2015

Di kejauhan Antartika, sekitar seratus lima puluh kilometer dari lepas pantai, ditemukan sebuah kapal selam yang diduga merupakan milik Nazi. Kapal tersebut mencuat dari suatu struktur yang terkubur dalam sebongkah gunung es. Para ilmuwan dari Immari gempar, mereka menduga struktur tersebut adalah Kota Atlantis yang hilang.

Di tempat lain, seorang mantan agen CIA, David Vale, mendapat pesan bersandi yang memuat informasi tentang rencana serangan teroris bernama Protokol Toba. Dengan petunjuk itu, ia berangkat ke Jakarta. Bersama organisasi antiteroris tempatnya bekerja sekarang, Menara Jam, ia menyelidikinya. Penyelidikan tersebut membawa David bertemu Kate Warner, ahli genetis brilian yang sedang mencoba mengobati autisme.

Dua dari subjek penelitian Kate diculik oleh Immari. Organisasi itu menduga bahwa Kota Atlantis yang ditemukan itu berisi manusia-manusia Atlantis yang sedang berhibernasi dan menunggu waktu yang tepat untuk terbangun. Satu-satunya jalan keluar untuk mencegah kepunahan umat manusia dari ancaman manusia Atlantis adalah dengan menemukan Gen Atlantis.

Apakah hal itu membuat Jakarta dalam bahaya? Bagaimana kaitan semua itu dengan Kate dan David, begitu pula Protokol Toba? Dan benarkah manusia Atlantis akan terbangun untuk memusnahkan umat manusia?
~~~

David Vale, mantan CIA sekaligus kepala Menara Jam cabang Jakarta tiba-tiba mendapat pesan sandi dari narasumber yang tidak diketahui. Pesan tersebut berisi Protokol Toba. Karena pesan tersebut isinya sandi, maka ia harus memecahkan sandi tersebut untuk mengetahui apa yang akan terjadi. Namun, Menara Jam kini tidak aman. Menara Jam telah disusupi oleh entah siapa, dugaannya orang dalam menara jam tersebut.

Disisi lain, organisasi Immari menemukan kapal selam Nazi yang mencuat dari struktur di Antartika. Temuan tersebut membuat para ilmuwan Immari yakin bahwa struktur tersebut merupakan Kota Atlantis yang hilang. Penelitian merekalah yang membuat 2 subjek seorang ahli genetis yang sedang berusaha untuk menyembuhkan penyakit autisme, Kate Warner diculik, entah untuk apa.

Segalanya menjadi kacau sejak insiden tersebut, ditambah kepolisian Jakarta Barat mencurigai Kate pelaku penculikan tersebut. Namun, penyelidikan David juga membawanya kepada Kate. Immari juga menduga kota Atlantis tersebut memiliki misteri dibaliknya teknologi mereka yang canggih, salah satunya 'lonceng'.
"Sandi apa pun ini, inilah pesan yang sebenarnya. Inilah ujung dari segala rencananya."
Lalu, apa hubungannya dengan protokol Toba yang didapat David dari seseorang dengan Kate? Berhasilkah mereka menemukan 2 subjek Kate yang diculik? Lagi pula, siapa yang menyebabkan kekacauan ini? Mengapa melakukannya? Padahal mereka juga bisa meminta 2 subjek tersebut langsung kepada Kate. Berhasilkah Immari membuka rahasia kota Atlantis tersebut beserta orang-orangnya? 



Setting tempat di buku ini banyak namun, hanya 3 latar tempat utama atau bisa dibilang pusat permasalahannya. 3 tempat tersebut adalah Jakarta, Tibet, dan Gibraltar. Terbagi menjadi 3 bagian. Dibagian 1, pembaca langsung dibawa ke Jakarta sebagai tempat permulaan cerita ini. Pada bagian ini, kita sudah langsung disuguhi konflik. Bagian 2, tempatnya di Tibet. Pada bagian ini, memang aku sempat bosan membacanya, karena di bagian 2 ini kita ikut serta dalam membaca Jurnal yang diberikan oleh seseorang di Tibet. Entah, menurutku isi jurnal ini sebagian besar tentang keputusasaan penulis jurnal ini. Eh, bukan berarti kita dipaksa untuk membaca jurnal ini, loh. Kalau mau pertanyaan tentang asal muasal penemuan benda Atlantis yang sedang diselidiki Immari pada masa sekarang terjawab, maka kalian harus baca jurnal ini dengan sabar. Karena isi jurnal juga menarik pada belakangnya, loh. Pada bagian 3, kita sudah mencapai puncak konfliknya.

Selain setting tempatnya banyak, tokoh dibuku ini juga banyak. A.G. Riddle menggunakan sudut pandang ketiga dari banyak pihak tokoh. Sayangnya, penulis juga menggunakan bab-bab pendek untuk buku ini. Ada juga tokoh yang tidak penting dibuat 1 bab hanya untuk menceritakan peristiwa apa yang akan dialami tokoh.



Banyaknya bab-bab pendek ini juga membuat alur ceritanya terkesan cepat dan seru. Sampai-sampai aku tidak bisa berhenti membacanya, hehe. Namun, ada beberapa yang agak mengusik aku ketika membaca di bagian 1 ini. Salah satunya koran New York Times yang bisa dibeli di Stasiun Manggarai. Tapi, aku maklumi karena penulis memang sudah berusaha riset tentang Jakarta.

Untuk terjemahannya sudah oke, tetapi masih ada typo. Selain itu, untuk jurnal sebaiknya menggunakan font yang berbeda. Aku tidak bermasalah dengan font jurnal karena masih ada pembatasnya. Akan tetapi, untuk sandi-sandi dan pesan-pesan sebaiknya beda font. Aku rekomendasikan buku ini kepada para pecinta misteri dan sci-fi. Tentunya, pencinta alur cepat. Tidak lupa juga, PLOT TWIST! Jujur saja, aku benar-benar tidak menyangka plot twistnya begitu hebat. Penulisnya memang hebat membuat alur-alur dan pelakunya tidak bisa ditebak. SO MINDBLOWING! Faktor terakhir inilah yang membuatku menaikkan rating. Semoga buku keduanya cepat diterbitkan! Penasaran nih sama lanjutannya

Rating:
4.5/5

2 komentar:

  1. Halo Neskia, ini kunjungan pertamaku di blogmu! Salam kenal ya. Aku suka juga dengan buku ini. Seru! Apalagi kalau kamu udah baca sekuelnya. Ah, bakal lebih terhenyak deh hehehe.

    Oh ya, kamu suka fantasi juga? Sama doong...

    Salam Buku, Raafi!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo juga, kak! Salam kenal juga dan makasi udah ngunjungi blog aku, hehe. Wah, jadi gasabar baca lanjutannya!
      Iya, aku suka fantasi, hehe TOS! :)

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...