Kamis, 09 Juli 2015

[Book Review] The Last Olympian


Title: The Last Olympian (Percy Jackson and the Olympians #5)
Author: Rick Riordan
Publisher: Disney Hyperion
Paperback
381 pages

All year the half-bloods have been preparing for battle against the Titans, knowing the odds of a victory are grim. Kronos’s army is stronger than ever, and with every god and half-blood he recruits, the evil Titan’s power only grows.

While the Olympians struggle to contain the rampaging monster Typhon, Kronos begins his advance on New York City, where Mount Olympus stands virtually unguarded. Now it’s up to Percy Jackson and an army of young demigods to stop the Lord of Time.

In this momentous final book in the New York Times best-selling series, the long-awaited prophecy surrounding Percy’s sixteenth birthday unfolds. And as the battle for Western civilization rages on the streets of Manhattan, Percy faces a terrifying suspicion that he may be fighting against his own fate.

~~~

Perang sudah dimulai dan ada ancaman dimana-mana termasuk bencana alam. Sudah bertahun-tahun para pekemah bersiap-siap untuk berperang melawan bangsa Titan. Namun, ada ancaman yang lebih buruk dan sulit untuk dikalahkan sehingga para Dewa sibuk berperang melawan ancaman tersebut. Hal tersebut mereka meninggalkan markasnya tanpa dijaga sepenuhnya.

Seperti yang diketahui sebelumnya, Kronos ingin merebut kekuasaan dari dewa-dewi dan menghancurkannya. Prajurit Titan sudah mendekat Manhattan, sehingga Percy memutuskan untuk menghalangi upaya musuh tersebut terlebih dahulu hanya untuk menundanya. Namun, ada hal lain, Kronos tampaknya sudah mengetahui rencananya Percy entah bagaimana.

Disisi lain, Nico di Angelo memiliki cara untuk mengalahkan para musuh. Akan tetapi, cara tersebut hanya tidak boleh diketahui oleh siapa-siapa, selain Percy dan sangat berbahaya. Sudah waktunya Percy harus mendengar seluruh ramalan, The Great Propechy tersebut.  Selain itu, Percy juga menemukan kebenaran lain, kebenaran yang bahkan belum diketahui oleh siapapun.

Akan tetapi, mampukah Percy menghadapi ramalan tersebut? Apakah mereka berhasil bertempur melawan Titan tanpa bantuan para dewa? 

Source: here

Sekali lagi, aku bingung bagaimana untuk menulis review buku terakhir yang sangat menakjubkan ini tanpa spoiler. Sungguh, aku salut kepada penulis buku ini yang berhasil membuatku tidak bisa meletakkan buku ini. Pada awal cerita dimulai dari aksi-aksi yang menegangkan sekaligus membuatku ternganga. Kemudian, penulis membuatku penasaran akan bagaimana jalan ceritanya.

Alurnya berjalan dengan cepat. Aku sudah dibuat penasaran dari awal apa rencana Nico di Angelo ini dan ketika mengikuti jalan ceritanya, ternyata ada misteri lain. Misteri inilah yang membuatku bertanya-tanya dan awalnya membuatku bingung. Sungguh, aku tidak mengerti pada awalnya dan hal tersebut membuatku bersemangat untuk melanjutkan membaca. Seperti buku sebelumnya, aku rasa aksi dan misterinya berjalan cukup seimbang. Namun, aku juga merasa buku ini lebih menonjolkan aksi. Rick Riordan memang ahli dalam medeskripsikan aksinya dan juga suasananya. Saat membaca buku ini, aku juga sempat berpikir-pikir, jika terjadi perang bagaimana nasib mortal? 

Seperti biasa, masih ditulis dari sudut pandang Percy. Aku rasa humornya bertambah lucu sehingga membuatku banyak tertawa saat membacanya. Aku salut dengan keberanian Percy dalam buku ini, ia memimpin pasukan dan berani menghadapi lawannya, serta masih suka menolong / membantu temannya. Tentu saja, Percy ditemani oleh kawan-kawannya, ada Annabeth dengan idenya yang brilian dan ada Grover, sungguh semenjak menjelang akhir buku 4nya, aku sangat menyukai kekuatannya yang berkembang dan ia memiliki daya juang yang tinggi, serta tidak mau putus asa. Kemudian Tyson, meskipun ia tidak banyak muncul, aku tetap menyukai keberaniannya. Selain itu, ada Rachel Elizabeth Dare, orang inilah yang membuatku penasaran akan kemampuannya melihat menembus Kabut dan bagaimana nasibnya. Masih ada yang lainnya, namun aku tidak akan menceritakan lebih banyak agar tidak spoiler, hehe.

Selain itu, aku juga khawatir akan bagaimana nasib karakter-karakter dalam buku ini. Dan aku juga salut akan keberanian mereka untuk mempertahankan Olympus. Rick Riordan berhasil menggambarkan suasana yang menegangkan. Seperti yang diketahui bahwa para Titan yang dipimpin oleh Kronos, ingin merebut kekuasaan dari para dewa dewi yang dimulai dengan penyerbuan ke Manhattan. Saat membacanya aku bisa merasakan sulitnya Percy dan kawan-kawannya untuk mencegah para musuh untuk masuk Manhattan. Buku ini sudah dilengkapi peta pada awal halaman sehingga tidak membuat bingung saat membaca suasana peperangannya. Sungguh, tempatnya luas dan lagi-lagi aku dibuat terkesan bagaimana cara Percy menanganinya.

Selain itu, alurnya tidak tertebak. Saat membacanya, aku menebak-nebak bagaimana alurnya tetap saja dugaanku salah. Malah jawabannya terkesan mindblow! Lagi-lagi aku dibuat terkesan akan hal-hal yang ajaib yang terdapat dibuku ini. Untuk ukuran buku penutup dari seri Percy Jackson ini, aku sangat puas! Pertanyaan-pertanyaan yang masih tertinggal dari buku sebelumnya, semuanya akan terjawab dalam buku ini.

Buku ini memang keren dan aku sangat menyukai keterkaitannya antara peristiwa yang satu dengan peristiwa lainnya. Keterkaitan yang tidak terduga inilah yang membuatku puas. Namun, endingnya pastinya ingin membuat membaca seri selanjutnya Heroes of Olympus. Sungguh, aku tidak ingin seri ini berakhir.


Rating:
5/5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...