Kamis, 25 Juni 2015

[Book Review] The Sea of Monsters

Title: The Sea of Monsters (Percy Jackson and the Olympians #2)
Author: Rick Riordan
Publisher: Disney Hyperion
Paperback,
288 pages

Review for The Lightning Thief (Percy Jackson and the Olympians #1)

Percy Jackson’s seventh-grade year has been surprisingly quiet. Not a single monster has set foot on his New York prep-school campus. But when an innocent game of dodgeball among Percy and his classmates turns into a death match against an ugly gang of cannibal giants, things get . . . well, ugly. And the unexpected arrival of Percy’s friend Annabeth brings more bad news: the magical borders that protect Camp Half-Blood have been poisoned by a mysterious enemy, and unless a cure is found, the only safe haven for demigods will be destroyed.

In this fresh, funny, and hugely anticipated follow up to The Lightning Thief, Percy and his friends must journey into the Sea of Monsters to save their beloved camp. But first, Percy will discover a stunning new secret about his family—one that makes him question whether being claimed as Poseidon’s son is an honor or simply a cruel joke.

~~~

Setelah melalui misi mengembalikan petir Zeus saat musim panas tahun lalu, kehidupan Percy kembali normal. Ia bersekolah di sekolah yang baru, disana Percy mendapatkan teman baru, Tyson. Namun, kehidupan normalnya tidak berjalan dengan baik lagi-lagi, Percy menghadap monster yang tiba-tiba muncul di sekolahnya.

Untunglah Annabeth datang membantunya dan yang membuat Percy terkejut adalah Annabeth membawa dan mengijinkan Tyson masuk ke Camp Half-Blood. Percy tidak menyadari siapa Tyson itu sebenarnya. Tidak hanya itu, Annabeth datang juga membawa kabar bahwa satu-satunya yang membuat kamp aman, pohon Thalia telah diracuni.

Selain itu, Percy juga mendapat mimpi tentang Grover. Percy tahu bahwa Grover sedang dalam bahaya ya, sebelumnya Grover sudah mendapat ijin bahwa ia akan mencari dewa satir yang hilang, Pan. Kemudian, satu-satunya untuk menyelamatkan kamp tersebut adalah mereka harus menemukan The Golden Fleece (bulu domba emas). Sayangnya, yang mendapat misi tersebut bukanlah Percy, melainkan Clarisse.

Karena bukan Percy yang mendapat misi tersebut, apakah ia akan sanggup hanya berdiam saja? Tentunya tidak, namun jika ada yang kabur dari kamp tanpa sepengetahuan, mereka bisa diusir. Beranikah mereka melakukan pelanggaran tersebut? 


Source: here

Lagi-lagi, aku sudah menonton filmnya terlebih dahulu sebelum membacanya. Seperti biasa, mereka hanya menampilkan bagian yang penting-penting saja di filmnya. Namun, ketika ku membaca buku kedua ini, ternyata ada bagian yang tidak ditampilkan di film.

Sama seperti sebelumnya, pastinya ada petualangan-petualangan seru. Ditulis dari sudut pandang Percy, tentunya ada sarkasmenya hehe. Dan ada juga tokoh baru, Tyson. Awalnya aku tidak menyukai Tyson ini karena lemah. Namun, aku salah aku justru menyukai perkembangan karakternya. Karena inilah aku menyukai karakter Tyson yang kadang tingkah lakunya membuatku tertawa (ya, ditambah penjelasan Percy). Kemudian, ada juga kemunculan salah satu dewa yang membuatku tertawa karena... (aku tidak akan memberi tahu kalian, karena takutnya malah ngespoiler, hehe).

Seperti yang tadi kubilang aku sudah menonton filmnya terlebih dahulu. Jujur, karena inti ceritanya sama sehingga aku sempat merasa bosan karena sudah tahu intinya. Yah, intinya memang sama namun cerita dari versi film dan buku ini berbeda. Mau tahu perbedaannya? Ayo kalian baca bukunya dulu baru nonton deh filmnya, hehe. Meskipun sempat merasa bosan, aku tetap menyukainya dan melanjutkannya. Tadi aku bilang bahwa ada bagian dari buku yang tidak ditampilkan di film, nah, inilah yang membuatku tetap menyukainya, seru!

Dalam buku ini, kalian juga akan menemukan kebenaran lainnya (Ayo, cari tahu hehe). Aku juga menemukan beberapa kutipan favorit. Berikut ini adalah salah satunya:
'My dear young cousin, if there's one thing I've learned over the eons, it's that you can't give up on your family, no matter how tempting they make it. It doesn't matter if they hate you, or embarrass you, or simply don't appreciate your genius for inventing the Internet--”
Hayoo yang sudah baca pasti tahu ini kutipannya dari siapa :p

Rating:
4.5/5


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...