Senin, 06 Juli 2015

[Book Review] The Red Pyramid

Title: The Red Pyramid (Kane Chronicles #1)
Author: Rick Riordan
Publisher: Disney Hyperion
Paperback
514 pages

Since their mother’s death, Carter and Sadie have become near strangers. While Sadie has lived with her grandparents in London, her brother has traveled the world with their father, the brilliant Egyptologist, Dr. Julius Kane.

One night, Dr. Kane brings the siblings together for a "research experiment" at the British Museum, where he hopes to set things right for his family. Instead, he unleashes the Egyptian god Set, who banishes him to oblivion and forces the children to flee for their lives.

Soon, Sadie and Carter discover that the gods of Egypt are waking, and the worst of them--Set--has his sights on the Kanes. To stop him, the siblings embark on a dangerous journey across the globe--a quest that brings them ever closer to the truth about their family, and their links to a secret order that has existed since the time of the pharaohs.

~~~

Carter dan adiknya, Sadie mengalami liburan natal di luar dugaan mereka. Mereka terpisah sejak kematian ibunya, Carter ikut bersama ayahnya kemana-mana karena pekerjaannya sebagai arkeolog. Sedangkan, Sadie tinggal bersama kakek neneknya di London. Mereka hanya bertemu dua kali dalam setahun.

Ketika mereka bertemu, ayahnya mengajak ke British Museum karena ayahnya ingin melakukan sesuatu. Mereka sempat dihentikan oleh seorang yang misterius bernama Amos namun ayahnya tetap bersikeras ingin melakukan itu, karena ia yakin. Tidak diduga, ayahnya malah membuat museum tersebut meledak. Ternyata, ayahnya telah merilis kelima dewa-dewi mesir dan dikurung di dalam peti mati oleh salah satu dewa yang disebut Red Lord, Set.

Tidak lama kemudian, Carter dan Sadie mengetahui bahwa mereka ini termasuk dalam blood of pharaoh - keturunan firaun. Oleh karena itu mereka harus mempelajari kekuatan mereka akan tetapi, mereka tidak punya waktu untuk mempelajarinya lebih dalam karena bahaya yang lebih buruk akan datang. Jika mereka tidak tepat waktunya, dunia akan hancur. Oleh karena itu, Carter dan Sadie harus menghentikan upaya Set sekaligus menyelamatkan ayahnya yang ditawan. Seiring waktu berjalan, Carter dan Sadie juga menemukan kebenaran lainnya.

Apa kekuatan yang dimiliki Carter dan Sadie ini? Apakah mereka berhasil mempelajari kekuatan mereka lebih dalam? Berhasilkah mereka menyelamatkan ayahnya dan menghentikan Set? Yuk, baca bukunya dan temukan kebenaran lainnya.



Sebenarnya, inilah buku pertama yang kubaca dalam bahasa inggris, lagipula tidak ada salahnya untuk mencoba, hehe. Buku ini juga termasuk buku pertama yang kubaca dari Rick Riordan. I loved this book!! Yah, aku sudah membaca buku The Red Pyramid ini dari bulan Mei tetapi baru kuselesai pada bulan Juni.

Ditulis dengan sudut pandang pertama dari kedua pihak, Carter dan Sadie secara berganti-gantian. Bahkan penceritannya sangat unik dan tidak biasa. Pada awal halaman, kalian akan menjumpai bahwa buku ini diceritakan dari kumpulan rekamannya Carter dan Sadie. Jadi, Rick Riordan menuliskan ceritanya seolah-olah kita mendengarkan Carter dan Sadie berbicara tentang suatu kejadian yang mereka alami. Dan itu berhasil membuatku membaca sambil membayangkan aku mendengarkan mereka berbicara di dalam rekaman tersebut. Sejauh ini aku belum membaca buku dengan gaya penceritannya yang unik seperti ini dan hal tersebut membuatku tambah menyukai gaya penulisannya Rick Riordan. Tidak diragukan lagi aku harus membaca semua buku karyanya. Selain itu, ditengah-tengah bercerita ada beberapa kalimat yang ditulis di dalam kurung dan itu membuat buku ini lebih tambah unik, contohnya seperti dibawah ini:
I'd been to the British Museum before. In fact I've been in more museums than I like to admit-it makes me sound like a total geek.
[That's Sadie in the background, yelling that I am a total geek. Thanks, Sis]
Setelah menamatkan buku pertama ini, harus kuakui aku sangat menyukai tokoh Sadie Kane. Mengingat Sadie ini lebih muda dari Carter, ia lebih berani dan gaya berceritanya lucu karena ia punya sarkasme. Mengingatkanku kepada Percy Jackson, hehe. Sedangkan Carter ini masih agak takut keluar dari zona nyaman namun, ia berusaha belajar untuk menyesuaikannya. Berbeda dengan Sadie, mengingat Carter ini ikut bersama Ayahnya kemana-mana, gaya berceritanya menyisipkan ilmu-ilmu yang ia dapatkan dari ayahnya.

Kalau seri Percy Jackson memadukan mitologi Yunani kuno, dalam Kane Chronicles Rick Riordan memadukan mitologi Mesir kuno. Dengan buku setebal 514 halaman ini, alurnya berjalan cepat. Sama seperti seri Percy Jackson and the Olympians, dari awal halaman aku sudah dibuat penasaran tentang asal usulnya. Selain itu, aku bersemangat ketika membacanya karena aku sepenuhnya belum tahu apa-apa tentang mitologi mesir ini. Lumayan juga menambah pengetahuanku atas dewa-dewi Mesir. Kemudian, ada juga beberapa gambar-gambar hieroglif di tengah-tengah cerita. Sang penulis juga menggambarkan suasana dan aksi-aksinya secara detail namun dapat dipahami deskripsinya. Bahkan aksi-aksinya membuatku terkesan. Rick Riordan tidak lupa menambahkan humor-humornya yang membuatku tertawa saat membacanya.

Buku ini memang luar biasa! Sungguh, aku merasa bersalah karena tidak menyelesaikannya lebih awal karena reading slump, saat itu juga karena menjelang UAS, dan tergoda untuk membaca buku pertama Percy Jackson, hehe. Akan tetapi, buku ini tetap seru ketika aku melanjutkannya. Rick Riordan ini sekali lagi membuatku terkesan karena ia membuat plot twist yang bahkan tidak kuduga bakal ada plot twist!!

Sungguh cerita yang menarik untuk memulai trilogi ini sekaligus membuatku tidak dapat melepaskan buku ini. Aku tidak sabar untuk melanjutkan ke buku keduanya :)
“Fairness does not mean everyone gets the same. Fairness means everyone gets what they need."

Rating:
5/5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...