Minggu, 19 Juli 2015

[Book Review] The House of Hades

Judul: The House of Hades (Heroes of Olympus #4)
Penulis: Rick Riordan
Penerjemah: Rika Iffati Fahirah, Nuraini Mastura, Reni Indardini
Penerbit: Mizan Fantasi
ISBN: 978-602-1606-84-1
Tebal: 640 halaman
Cetakan I, Februari 2014

WARNING!! SPOILERS FOR THOSE WHO HAVEN'T READ THE FIRST 3 BOOKS

Review for The Lost Hero (Heroes of Olympus #1)
Review for The Son of Neptune (Heroes of Olympus #2)
Review for The Mark of Athena (Heroes of Oympus #3)


Semua pilihan mengandung risiko. 
Kau boleh percaya … atau mengabaikannya. 
Tapi, ingat, apa tujuanmu? 

Setelah terjatuh ke Dunia Bawah, Percy dan Annabeth disiksa oleh rasa lapar dan dahaga serta suara tangisan tak terperi yang membuat pikiran mereka kacau. Tak hanya itu, para monster yang telah mereka bunuh pun bermunculan, bermaksud membalas dendam. Sementara di langit, kru Argo II mati-matian mempertahankan kapal dari serangan para putra Gaea, kura-kura raksasa, dan seorang dewa berkaki busuk.

Di tengah petualangan menantang itu, kecerdasan dan jiwa kepemimpinan mereka ditantang. Pilihan harus diambil, keputusan besar harus dibuat, sedangkan kematian menghantui dan masa depan dunia menjadi taruhan. Akankah mereka membuat keputusan dan memilih jalan yang tepat?

~~~

Setelah kejadian yang tidak terduga di akhir buku ketiganya, kini mereka tahu tugas mereka sekarang adalah menutup pintu ajal. Namun, masalahnya pintu tersebut harus ditutup dari kedua sisi.

Setelah terjatuh ke tempat yang tidak diinginkan oleh semua orang, Tartarus. Percy dan Annabeth kini berjuang untuk bertahan hidup disana. Seperti yang diketahui, Tartarus merupakan tempat dimana semua monster berada ketika terbuyarkan menjadi abu. Tentu saja, bertahan hidup disana tidaklah mudah, tidak ada makanan, minuman, dll. Selain itu, monster-monster terus bermunculan. 

Sementara itu, kru Argo II ditambah Nico di Angelo berjuang untuk mempertahankan kapal dari serangan monster-monster sepanjang perjalanan mereka sampai ke tujuannya. Akan tetapi, itu hanya awalnya, bahaya yang lebih buruk menunggu mereka di pintu ajal masing-masing. Dan itu hanya bisa dikalahkan oleh satu orang, Hazel. Ia sendiri tidak tahu bagaimana caranya dan itu artinya nyawa semua orang bergantung padanya.

Apakah Percy dan Annabeth mampu bertahan hidup di Tartarus? Apakah mereka berhasil pada tepat waktunya dan menutup pintu ajal? Mereka juga dihadapi oleh pilihan yang masing-masing mengandung resiko, untuk itu mereka harus mempertaruhkan nyawa mereka, apakah mereka memilih pilihan yang tepat?  


Rasa penasaran karena ending yang menggantung terbayar dengan buku ini. Sama seperti seri Percy Jackson and the Olympians, seri Heroes of Olympus semakin lama semakin bagus dan keren!! Dari buku pertama sampai ketiga ini, buku keempat dari seri inilah merupakan favoritku. Setiap kalimat penutup di setiap bab membuatku penasaran dan bersemangat. Selain itu, setiap bab-bab juga penuh aksi yang menegangkan. Jujur saja, aku sengaja membaca buku ini dengan pelan-pelan karena tidak mau cepat-cepat berakhir.

Tidak seperti buku sebelumnya, buku ini ditulis menggunakan sudut pandang dari ketujuh orang, yaitu Hazel, Frank, Annabeth, Percy, Jason, Piper, dan Leo. Masing-masing sudut pandang tersebut masing-masing demigod diberi kesempatan untuk menunjukkan aksi mereka dengan caranya masing-masing. Secara keseluruhan, aku menyukai semua sudut pandang, terutama Hazel dan Frank. Keduanya tidak mendapat porsi di buku ketiganya, untunglah Rick Riordan memberi mereka kesempatan untuk bersinar dengan mendapat porsinya di buku keempatnya tentu saja, sangat menjanjikan. 

Saat aku membaca dari sudut pandang Hazel dan Frank aku sangat terkesan akan jalan pikiran dan aksi mereka.  Sebelumnya, Hazel sudah diberitahu bahwa hanya Hazel sendirilah yang bisa mengalahkan musuh terburuk itu. Seperti biasa, dewa-dewi memang pelit detail sehingga membuat Hazel harus mencari tahu sendiri. Ketika membaca dan mengikuti jalan pemikirannya, yang bisa aku katakan adalah SUNGGUH LUAR BIASA! Sama seperti Hazel, Frank juga diberi kesempatan untuk menyelamatkan kru Argo II sebelumnya, ia masih kurang percaya diri dan masih minder karena merasa tidak berguna. Akan tetapi, di buku ini Frank menjadi luar biasa dengan aksi-aksinya dan tentu saja dengan anugerahnya. 

Selain Hazel dan Frank, aku juga terkesan dengan Piper. Sama seperti mereka, Piper juga diberi kesempatan untuk bersinar. Tadinya aku tidak begitu menyukai Piper di buku sebelumnya, namun, saat membaca buku ini aku menjadi menyukai Piper. Kekuatannya berkembang menjadi lebih kuat selain itu, Piper juga mau keluar dari zona nyaman, yakni belajar menggunakan pedang! Kemudian ada Jason, ia sungguh keren ketika memimpin Argo II. Yah, sulit dijelaskan dengan kata-kata pokoknya dia keren banget! Kemudian ada Percy dan Annabeth, duh walaupun berada di tempat yang tidak diinginkan, mereka ini tetap so sweet banget. Dengan membaca dari sudut pandang mereka, aku turut merasakan perjuangan mereka yang sangat berat. Hazel, Frank, Piper, Jason, Percy, dan Annabeth sudah kusebutkan. Tinggal siapa nih? LEO VALDEZ!!! ARGH LEO! Word can't express my feelings about him! I just love him so much! Masih kocak tingkah lakunya yang menggemaskan. 
Ucapannya terhenti ketika dia menatap Leo, yang tengah pura-pura menulis dengan pensil udara.
"Silakan dilanjutkan, Profesor Grace!" kata Leo, dengan mata dilebar-lebarkan. "Saya ingin mendapat nilai A saat ujian."
"Tutup mulutmu, Leo."
Alurnya berjalan dengan cukup cepat dan penuh aksi yang menegangkan. Settingnya berada di 2 tempat, yang pertama perjuangan kru Argo II di kapalnya dan perjuangan Percy dan Annabeth di Tartarus. Setiap babnya berakhir, itu akan mengundang rasa penasaran akan bagaimana kelanjutannya. Petualangan pada buku ketiga juga sudah menunjukkan kerja sama antar tim dan juga tim kecil yang dibagi untuk mencari tahu. Di buku ini juga begitu, dan dari semuanya yang paling kusuka adalah petualangan Jason dan Nico di Angelo. Tentu saja, ada hal yang tidak terduga dari petualangan mereka ini yang membuatku terkejut!!!! Reaksi yang bisa ku bilang adalah: OMG! REALLY?????????

Banyak adengan favoritku disini akan tetapi, yang membuatku terkesan adalah petualangan Hazel, Frank, dan Nico di Angelo. Sebelumnya, aku sudah memberi tahu bahwa Frank berkembang menjadi luar biasa. Aku sangat terkesan akan jalan pemikirannya untuk menyelamatkan teman-temannya. Itu saja yang membuatku terkesan. Sebenarnya ada lagi, namun aku tidak akan memberi tahu kalian agar tidak spoiler. Aku suka adengan tersebut karena yaampun, so sweet banget! 

Sunguh, buku ini benar-benar favoritku!!!!!!!!!! Jujur, aku tidak mau cepat-cepat seri ini berakhir akan tetapi, aku juga ingin melanjutkannya karena ingin tahu bagaimana kelanjutannya. Seandainya aku bisa memberi rating infinite star untuk buku ini sayangnya, aku hanya bisa memberi 5 dari 5 bintang :)
"Menurutku alam semesta ini pada dasarnya seperti mesin. Aku tidak tahu siapa yang membuatnya, entah itu, Moirae, dewa-dewi, Tuhan yang Maha Esa, atau siapalah. Tapi biasanya, alam semesta semata-mata berjalan seperti seharusnya. Memang, terkadang komponen-komponen kecil mengalami kerusakan atau ada yang korsleting,.. segala sesuatu terjadi karena suatu sebab. Seperti perjumpaan antara kau dan aku."
Souce: here
#TEAMLEO 

Rating:
5/5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...