Senin, 13 Juli 2015

[Book Review] The Son of Neptune

Judul: The Son of Neptune (Heroes of Olympus #2)
Penulis: Rick Riordan
Penerjemah: Reni Indardini
Penerbit: Mizan Fantasi
ISBN: 978-979-433-676-2
Tebal: 562 halaman
Cetakan VII, September 2014

WARNING!! SPOILERS FOR THOSE WHO HAVEN'T READ THE FIRST BOOK

Review for The Lost Hero (Heroes of Olympus #1)

“Di selatan, di Negeri Nirdewa, mahkota legiun bersemayam. 
Terjatuh dari es, putra Neptunus akan tenggelam...“

***

Saat terbangun dari tidur panjang, selain namanya sendiri, Percy hanya bisa mengingat sebuah nama—Annabeth. Dia bahkan tidak bisa mengingat siapa dia ataupun alasan kenapa banyak monster mengejar dan ingin membunuhnya. Tubuh Percy secara reflex berusaha melawan mereka dan bertahan hidup selama mungkin.

Dalam pelariannya dari para monster, dia menemukan sebuah perkemahan khas Roma. Perkemahan yang ternyata berisi anak-anak blasteran. Namun, Percy merasa itu bukan tempatnya walaupun dia tidak tahu apa alasannya. Dan, di sana dia menemukan sebuah ramalan yang harus dijalaninya. Bersama dua rekan barunya—Hazel dan Frank, Percy pun menjalani sebuah misi berbahaya untuk mencegah sebuah perang besar.

~~~

Percy Jackson sudah bangun namun ia langsung menghadapi 2 gorgon di depannya. Ia tahu bahwa gorgon tersebut bahaya akan tetapi, ia tidak bisa mengingat apa-apa kecuali satu nama, Annabeth. Percy harus menyelamatkan diri dari gorgon tersebut. Saat ia sedang menyelamatkan diri, ia bertemu dengan wanita tua yang memintanya menggendong ke suatu tempat.

Wanita tua tersebut ternyata membimbing ke perkemahan khas Roma. Untunglah ada anak yang menolongnya, Hazel dan Frank. Akan tetapi, 2 gorgon tersebut sulit dibunuh karena ketika dibunuh seharusnya sudah mati namun kembali lagi. Namun, wanita tua yang menggendongnya bukanlah manusia biasa, melainkan dewi Juno.
"Bangsa Romawi, kuhaturkan putra Neptunus kepada kalian. Dia telah terlelap selama berbulan-bulan, tapi sekarang, dia sudah terjaga. Nasibnya ada di tangan kalian. Festival Fortuna akan segera tiba, dan Maut harus dibebaskan jika kalian masih ingin menang dalam pertempuran. Jangan kecewakan aku!"
Setibanya disana Percy harus beradaptasi kehidupan disana karena tempat tersebut tidak seperti yang ia bayangkan. Kemudian ada misi yang harus dijalankan oleh Percy dan kedua teman barunya, Hazel dan Frank. Mereka harus menyelesaikan misinya tepat waktu, karena waktu yang dimiliki tidak banyak. Jika mereka tidak tepat waktu, akan ada bahaya yang lebih buruk lagi. Namun kedua temannya memiliki masalah / rahasianya masing-masing.

Apakah mereka berhasil menyelesaikan misi tepat pada waktunya? Apa penyebabnya monster-monster menjadi sulit dibunuh? Banyak rahasia yang tersimpan dalam buku, ayo, baca bukunya untuk mencari tahu.

Source: here
Buku kedua dari seri Heroes of Olympus yang sungguh mengesankan! Penuh misteri!! Pada buku pertamanya, ceritanya berakhir dengan ending yang sangat gantung. Rasanya ingin mengetahui dan bertanya-tanya bagaimana kelanjutannya. Itulah yang kurasakan, sangat tidak sabar untuk membaca buku keduanya.

Kalau buku pertamanya, kita berpetualangan dengan 3 tokoh baru, pada buku keduanya kita kembali berpetualangan dengan Percy dan kedua teman barunya, Hazel dan Frank. Jadi buku ini ditulis dengan sudut pandang mereka bertiga. Kisah dimulai dengan aksi Percy melawan dengan kedua gorgon, seperti sebelumnya, aksi tersebut diselingi dengan humor. Tentu saja, meskipun hilang ingatan, ia masih memiliki humornya yang membuatku tertawa. Seperti buku pertamanya yang masing-masing tokoh utamanya memiliki rahasia masing-masing, akan tetapi, aku rasa rahasia yang dimiliki lebih dark. Ketika percakapannya dengan Hazel, aku sungguh dibuat penasaran karena sikapnya yang misterius dan perkataannya yang selanjutnya membuatku penasaran. Kemudian ada Frank, ia belum mengetahui siapa ayah dewanya dan masih berharap. Lalu keluarganya juga memberitahunya rahasia dan ia sama sekali tidak mengerti apa maksudnya. Semua inilah yang membuatku tambah penasaran.

Alurnya bisa dibilang berjalan dengan cepat. Akan tetapi aku rasa buku ini lebih menonjolkan plotnya dibandingkan aksi. Tentu saja aku dibuat sangat penasaran dari awal halaman terutama dengan Hazel ini. Kemudian ada 1 tokoh yang kehadirannya (aku tidak akan memberi tahu siapa tokoh tersebut agar tidak spoiler, hehe)  membuatku gregetan dan ingin membalik halaman demi halaman untuk mencari tahu. Lalu ada lagi tokoh baru yang bernama Octavian yang kehadirannya membuatku gregetan juga karena karakternya yang menyebalkan. Selain itu, ketika Percy menjalani misi bersama kedua temannya, aku terkesan akan karakter Percy yang peduli dengan kedua temannya tersebut. Betapa cepatnya mereka akrab.

Seperti yang diketahui, buku kedua ini bersetting di perkemahan Jupiter-perkemahan blasteran khas Roma. Saat membaca buku keduanya ini, kehidupan perkemahan Jupiter dengan kehidupan di perkemahan blasteran ini sangat berbeda. Aku terkesan atas Percy yang bisa menyesuaikan kehidupan disana yang orang-orangnya sangat taat aturan dan disiplin. Pada buku pertamanya, penulis menambahkan sedikit unsur Romawi. Tentunya pada buku kedua ini, kita diajak untuk mengenal kebudayaan Romawi lebih dalam.

 Sebelumnya aku mengatakan bahwa cerita dibuku kedua ini plot lebih menonjol dibandingkan aksi. Tentu saja masih ada aksi tetapi, tidak sebanyak buku pertamanya. Ketika mereka melakukan aksi, aksinya tentu saja menakjubkan dan tidak membosankan. Mengingat rintangan yang mereka hadapi sangat besar dan juga waktu yang dimiliki sangat sedikit, aku terkesan atas jalan pikiran masing-masing tokohnya dan interaksi mereka satu sama lain yang saling membutuhkan. Selain itu, aksinya Frank yang membuatku tambah terkesan, aku tidak akan memberi tahu mengapa aksinya ini membuatku terkesan, hehe. Adapun bagian yang flashback terutama flashbacknya Percy yang membuatku merindukan kehidupan perkemahan blasteran.

Buku ini sangat mengesankan!! Seiring berjalannya cerita aku terkesan atas keterkaitannya, sungguh tidak terduga. Endingnya sungguh membuatku penasaran dan ingin cepat-cepat membaca buku ketiganya!!

 Rating:
4.5/5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...