Rabu, 23 Maret 2016

[Book Review] Cinder

Title: Cinder (The Lunar Chronicles #1)
Author: Marissa Meyer
Publisher: Square Fish
387 pages
Year of publication: 2013 (Paperback)
Humans and androids crowd the raucous streets of New Beijing. A deadly plague ravages the population. From space, a ruthless lunar people watch, waiting to make their move. No one knows that Earth’s fate hinges on one girl.

Cinder, a gifted mechanic, is a cyborg. She’s a second-class citizen with a mysterious past, reviled by her stepmother and blamed for her stepsister’s illness. But when her life becomes intertwined with the handsome Prince Kai’s, she suddenly finds herself at the center of an intergalactic struggle, and a forbidden attraction. Caught between duty and freedom, loyalty and betrayal, she must uncover secrets about her past in order to protect her world’s future.

~~~
Even in the Future the Story Begins with Once Upon a Time.
Setelah perang dunia ke-4, dunia agak kacau termasuk di New Beijing. Dimana kita bisa menemukan robot-robot android, cyborg, dan manusia biasa berbaur menjadi kerumunan dimana-mana. Penyakit yang mematikan sedang melanda di dunia yang agak kacau ini, penyakit yang bahkan belum ditemukan obatnya.
Adri squeezed the frame. "Don't insult me," she said, sliding the frame closer to her. "Do your kind even know what love is? Can you feel anything at all, or is it just ... programmed?"
Bermula dari Cinder, gadis yang merupakan cyborg, setengah manusia setengah robot terkenal dengan kemampuan mekaniknya di New Beijing yang selama ini ia mengira bahwa ia gadis cyborg yang biasa-biasa saja. Hingga suatu hari terjadi peristiwa yang tidak terduga yang membawanya ke rahasia yang bahkan sangat berbahaya, bahkan hal tersebut mempertaruhkan nyawanya. Seiring berjalannya waktu, misteri masa lalunya perlahan terungkap satu demi satu. Selain itu, hidupnya semakin rumit dengan kehadiran Pangeran Kai. Untuk itu ia harus mengungkapnya rahasia masa lalunya sebelum semuanya terlambat.


Setelah sekian lama berada di wishlist, akhirnya aku kesampaian memiliki buku ini dalam versi englishnya. Ini juga merupakan pertama kalinya aku memabaca karya Marissa Meyer dan cerita bertema retelling. Harus kuakui aku menyukai buku ini yang berisi perpaduan retelling, fantasi, sekaligus sci-fi. Awalnya aku tidak yakin untuk membacanya setelah membaca sinopsisnya yang bahkan ada kata-kata yang sulit, namun karena banyak review yang bagus aku memutuskan untuk membelinya dan segera membaca. Kisah ini bahkan dibuka dari pertemuan pertama Cinder dengan Pangeran Kai yang bahkan sudah membuatku tersenyum-senyum. Selain itu dilanjutkan dengan aksi yang membuatku penasaran untuk mengetahui bagaimana kelanjutannya dan penyelesaiannya. 

Seperti yang bisa kita tebak, karakter utamanya adalah Cinder dan kemudian ditulis menggunakan sudut pandang ketiga namun tidak hanya melalui Cinder, penulis juga menggunakan sudut pandang melalui karakter yang lain juga. Penggunaan sudut pandang ketiga ini tentunya tidak menghalangi penulis untuk memainkan emosi pembaca. Disisi lain, aku juga merasa terhibur dan tertawa karena lelucon yang ada dalam ceritanya. 
"Cinder twisted up her lips. "Do you think it could have a virus?"
Maybe her programming was overwhelmed by Prince Kai's uncanny hotness."
Selain itu, aku juga terhibur saat Cinder berinteraksi dengan Iko, sahabat Cinder yang menyerupai android. Interaksi antara keduanya sangat menghibur dan aku menyukai karakter Iko yang bawel dan centil ini. Kemudian ada Pangeran Kai, seiring berjalannya waktu aku sangat dibuat kewalahan dengan Kai ini, bukan dalam arti negatif namun dalam arti positif. Kai berhasil membuat para gadis-gadis tergila-gila karenanya, hal itu juga berlaku padaku. Aku menjadi gemes saat membaca tingkah laku Pangeran Kai ini. 

Seperti yang sudah kubilang buku ini terdapat perpaduan retelling, fantasi, dan Sci-fi. Harus kuakui perpaduan ini seimbang. Pada awalnya aku mengira jalan ceritanya akan sama dengan alur Cinderella mengingat ini merupakan retelling, namun ketika aku membacanya aku sangat terkesan bahwa hal itu berlawanan dengan pemikiranku. Selain itu, buku ini juga bersetting setelah perang dunia ke-4, yang artinya dimasa depan, banyak teknologi canggih seperi netscreen yang bermunculan, latar tempat yang ingin kulihat dalam bentuk visualnya sungguh membuatku terkesan. Namun, beberapa alurnya dapat kutebak namun hal itu tidak menjadi halangan untuk melanjutkan ceritanya, karena aku sangat penasaran untuk mengetahui bagaimana jalannya.

Secara keseluruhan, aku cukup menyukai buku ini dengan perpaduan yang seimbang dan membuatku membayangkan bagaimana latarnya. Sudah kuputuskan bahwa aku akan melanjutkan series ini sampai selesai. Recommended bagi penyuka fantasi!

Rating:
4/5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...