Jumat, 21 Agustus 2015

[Book Review] The Throne of Fire

Title: The Throne of Fire (Kane Chronicles #2)
Author: Rick Riordan
Publisher: Disney Hyperion
Paperback
452 pages

WARNING!! SPOILERS FOR THOSE WHO HAVEN'T READ THE FIRST BOOK!



Ever since the gods of Ancient Egypt were unleashed in the modern world, Carter Kane and his sister Sadie have been in trouble. As descendants of the House of Life, the Kanes have some powers at their command, but the devious gods haven't given them much time to master their skills at Brooklyn House, which has become a training ground for young magicians.

And now their most threatening enemy yet - the chaos snake Apophis - is rising. If they don't prevent him from breaking free in a few days' time, the world will come to an end. In other words, it's a typical week for the Kane family.

To have any chance of battling the Forces of Chaos, the Kanes must revive the sun god Ra. But that would be a feat more powerful than any magician has ever accomplished.

First they have to search the world for the three sections of the Book of Ra, then they have to learn how to chant its spells. Oh, and did we mention that no one knows where Ra is exactly?

Narrated in two different wisecracking voices, featuring a large cast of new and unforgettable characters, and with adventures spanning the globe, this second installment in the Kane Chronicles is nothing short of a thrill ride.

~~~

Sejak dirilisnya para dewa dewi mesir kuno, semuanya menjadi agak tidak terkendali. Kini Carter Kane dan Sadie Kane tahu bahwa musuh sesungguhnya, Aphopis sedang terbangun. Mereka tahu bahwa tidak bisa mengalahkan musuh tersebut sendirian, mereka membutuhkan bantuan para magicians lainnya, merekrut dan melatih yang baru.
"Oh by the way, that artifact you wanted? The one that might hold the key to saving the planet? It's been sitting down the street in the Brooklyn Museum for the last thirty years, but tomorrow it leaves for Europe, so you'd better hurry!"
Akan tetapi waktu yang mereka miliki tidaklah banyak, hanya beberapa hari saja bumi sudah hancur jika mereka tidak mencegahnya. Untuk mencegahnya, mereka harus menemukan 1 benda penting dan juga harus mencari tahu bagaimana cara menggunakannya. Sayangnya, benda itu tidaklah mudah untuk ditemukan, ada rintangan yang menunggu mereka. Kemudian satu-satunya jalan yang akan mereka tempuh tampaknya juga mustahil.

Berhasilkah mereka menemukan apa yang mereka butuhkan tepat pada waktunya? Apakah mereka juga berhasil menuntaskan misi yang kedengarannya mustahil ini?

Sudah lama sejak aku tidak menulis review karena kesibukkan / gangguan baruku. Pada kali ini aku menyempatkan menulis review untuk buku ini. Aku sudah menyelesaikan buku ini sudah beberapa minggu yang lalu jadi, aku hanya menulis apa yang kuingat saja.

Sejujurnya, menurutku buku kedua ini agak mengecewakan karena sebagian besar alurnya aku rasa bisa ditebak. Tidak seperti buku pertamanya, aku rasa buku kedua ini tidak banyak membuatku penasaran dan membalik halamannya. Akan tetapi, hanya beberapa adengan yang tidak terduga. Terlepas dari itu semua, tidak lupa juga sang penulis, Rick Riordan menambahkan unsur humornya yang sukses membuatku tertawa. Salah satunya terdapat dibawah ini:
“The sign was spray-painted in Arabic and English, probably from some attempt by the farmer to sell his wares in the market. The English read: Dates-best price. Cold Bebsi. "Bebsi?" I asked.
"Pepsi," Walt said. "I read about it on the Internet. There's no 'p' in Arabic. Everyone here calls the soda Bebsi."
"So you have to have Bebsi with your bizza?"
"Brobably.”
Tentu saja, ada kehadiran tokoh baru di dalam buku kedua ini, yaitu Walt dan Jaz. Kehadiran Jaz dalam buku ni memang tidak terlalu banyak muncul namun, Walt inilah yang membuatku penasaran. Yah, seperti biasa aku tidak akan memberitahu kalian, tetapi sepanjang cerita aku tetap khawatir apa yang akan terjadi dengan Walt selanjutnya.

Tidak seperti buku sebelumnya, karakter tokoh utama, Carter dan Sadie Kane sudah berkembang. Jika dibuku sebelumnya mereka masih di bantu, sekarang giliran mereka yang membantu para magician. Aku sungguh salut dengan mereka ini. Selain itu, kekuatan mereka juga jauh lebih berkembang dibandingkan buku pertamanya.

Alurnya yang kurasa berjalan dengan cukup (tidak cepat juga tidak lambat). Meskipun menurutku agak mengecewakan, aku tetap menikmati plotnya dan aksi-aksinya. Selain itu, jika di buku pertamanya hanya disebutkan dewa-dewi penting, dibuku ini sang penulis menambahkan dewa-dewi yang belum pernah kudengar,

Yah, kurasa hanya sampai disini saja karena aku sudah agak lupa, hehe. Sampai ketemu di postingan selanjutnya!

Rating:
4/5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...