Senin, 25 Mei 2015

[Book Review] A Million Suns

Judul: A Million Suns (Across The Universe #2)
Penulis: Beth Revis
Penerjemah: Barokah Ruziati
ISBN: 978-602-03-1338-2
Penerbit: Gramedia
Tebal: 480 halaman
Cetakan I, 2015

WARNING!! SPOILERS FOR THOSE WHO HAVEN'T READ THE FIRST BOOK

Review for Across the Universe (Across the Universe #1)

Sudah tiga bulan sejak Elder mengeluarkan Amy dari kotak krio. Kehidupan yang selama ini dikenal Amy telah berakhir. Ke mana pun menoleh, yang dilihatnya hanyalah dinding-dinding pesawat luar angkasa Godspeed. Tetapi mungkin masih ada harapan. Elder telah mengambil alih kepemimpinan. Akhirnya dia bebas mewujudkan visinya---tak ada lagi Phydus, tak ada lagi dusta.

Tetapi ketika mengetahui kabar mengejutkan tentang Godspeed, Elder dan Amy mesti bergegas menemukan kebenaran tentang pesawat ini. Mereka harus bekerja sama untuk memecahkan teka-teki yang telah dirancang ratusan tahun silam. Sementara itu, rasa tertarik di antara mereka tumbuh semakin dalam, di tengah kekacauan yang mengancam akan memecah belah para penghuni Godspeed.

~~~

Masalah pembunuhan orang beku sudah usai, kini Elder mengambil alih kepemimpinannya. Tidak ada lagi Phydus. Namun, memimpin Godspeed itu tidak mudah, Elder sering sekali menerima kabar bahwa adanya kekerasan dll. Dan ada yang lebih mengejutkan, ia menyadari bahwa ada yang tidak beres dengan Godspeed.

Sudah 3 bulan sejak Amy dibangunkan. Kini dia hidup bersama orang yang menganggap ia orang aneh karena perbedaan yang mencolok. Semakin lama Amy hidup di Godspeed, ia merasa ia sudah melupakan kenangan-kenangannya di bumi. Sampai suatu hari Orion meninggalkan petunjuk-petunjuk untuknya.
Aku selalu beranggapan hal terburuk yang bisa terjadi adalah pemberontakan, tapi depresi yang membuat orang seakan mati di dalam juga membuatku merasa kosong
Kekacauan dan kekerasan dimana-mana terjadi dan karena dihapusnya sistem Phydus, produktivitas makanan juga menurun. Elder harus membuat hal tersebut bisa berjalan kembali normal. Disamping itu, Elder dan Amy harus memecahkan teka-teki yang ditinggalkan oleh Orion demi mengetahui kebenaran tentang Godspeed.

Berhasilkah mereka memecahkan teka-teki yang ditinggalkan Orion di sela-sela kekacauan yang terjadi? Apakah Elder mampu mengembalikan kekacauan ini kembali menjadi situasi yang normal? Selain itu, ternyata masih banyak kebenaran lainnya yang tersembunyi. Cari tahu yukk :)

Akhirnya telah beberapa lama menghilang dan sempat mengalami reading slump sementara. Hilangnya minat baca ini karena sibuk banyaknya tugas, ulangan. Dan akhirnya bisa menyelesaikan buku ini! Seperti biasa, aku sangat menyukai buku kesatunya dan buku keduanya jauh lebih seru.

Selesai membaca buku kesatunya kuakui aku sangat menyukai karakter Elder ini. Dan malah lebih menyukai lagi di buku keduanya. Karakternya berkembang, setelah kepemimpinan Godspeed di ambil alih oleh Elder, banyak kekacauan yang terjadi termasuk pemberontakan dan menurunnya produktivitas makanan. Ia menjadi lebih bertanggung jawab dan tetap berusaha menemui Amy disela-sela kesibukannya, so sweet yaaa.... 

Untuk karakter Amy, jujur saja aku lupa bagaimana karakternya di buku kesatunya. Tetapi ada beberapa bagian tertentu yang membuatku tidak menyukainya. Yang kusukai dari Amy ini adalah kecerdasannya dalam memecahkan teka-teki Orion. Disamping itu, masih ada karakter lainnya seperti Bartie dan Luthor. Kehadiran mereka inilah justru yang membuat cerita berjalan dengan seru dan pembaca merasa gregetan, termasuk aku :)

Seperti yang kubilang tadi, buku keduanya jauh lebih seru dibandingkan buku kesatu. Iya memang!! Lebih terasa misterinya dan aku ikut penasaran mengetahui rahasia-rahasianya. Penulis memang pintar menyembunyikan misteri tersebut dari jalannya cerita sehingga membuat hal tersebut tidak terduga. Apalagi dengan kecerdasan Amy, pemecahan misterinya juga unik dan tidak terduga. Aku menduga-duga ternyata tebakanku salah. Kalian yang suka misteri akan menyukai cerita ini :) Jujur, ada beberapa bagian yang membuatku merasa bosan karena penjelasannya terlalu panjang. Namun, aku tetap menyukainya

Seperti yang sudah kubilang, adanya pemberontakan dan kehadiran Bartie serta Luthor ini membuat gregetan. Ketika membaca saja, aku merasa iba kepada Elder ini karena ia sudah mengalami banyak kesulitan mempimpin Godspeed ini. Penulis pintar  menggambarkan susahnya memimpin Godspeed dari sudut pandang pemimpin. Kita merasakan bahwa menjadi pemimpin itu tidak mudah, ia harus menghadapi situasi-situasi yang menyulitkan. 

Aku tidak sabar untuk melanjutkan buku ketiganya! 

Rating:
4.5/5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...