Sabtu, 02 Mei 2015

[Book Review] Half Bad

Judul: Half Bad (The Half Bad Trilogy #1)
Penulis: Sally Green
Penerjemah: Reni Indardini
Penerbit: Mizan Fantasi
Tebal: 444 halaman
Cetakan I, Maret 2015

Seorang anak lelaki, bertahan di dunia penyihir yang tersembunyi.

Dia tak bisa membaca ataupun menulis, tapi dia bisa menyembuhkan dirinya sendiri, lebih cepat daripada para penyihir.

Dia merasa muak jika terus menerus berdiam diri dalam ruangan saat gelap.

Dia membenci penyihir putih, tetapi dia mencintai Annalise, gadis penyihir putih.

Dia telah dikurung di dalam sebuah kandang, selama empat belas tahun.

Yang perlu dia lakukan hanyalah melarikan diri dan mencari penyihir hitam bernama Mercury yang suka memakan anak lelaki. Dan dia harus melakukannya sebelum usianya mencapai tujuh belas tahun


~~~

Di dunia Half Bad ini, penyihir dibagi menjadi 2 golongan, penyihir putih dan penyihir hitam. Nathan Byrn, terlahir dari ibu yang berasal dari penyihir putih penyembuh dan ayahnya berasal dari penyihir hitam pembunuh. Terlahir setengah putih dan setengah hitam membuatnya dipanggil dengan sebutan 'Bastar'. Sekarang ia tinggal dengan neneknya, dan 3 saudara tirinya, Jessica, Deborah, dan Arran setelah ibunya bunuh diri dan ayahnya pergi entah kemana.

Nathan tidak bisa bebas bergerak karena banyak pemberitahuan-pemberitahuan yang diterima dari dewan, yang berisikan larangan. Setiap tahun pada ulang tahunnya, Nathan harus menjalani pemeriksaan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan Dewan, termasuk pertanyaan tentang ayahnya yang kini sedang diburu oleh dewan.

Namun, ada kebenaran lain yang harus membuatnya lari dan ia harus menemui Mercury, penyihir hitam. Dan untuk menemui Mercury butuh kesabaran dan hati-hati.

Apa kebenaran yang membuat Nathan harus lari dari Dewan? Berhasilkah ia menemui Mercury?


Source: here
Pada bagian pertama, kita disuguhi oleh sudut pandang kedua, dimana penulis bercerita seolah-olah pembaca berperan sebagai tokoh utama, Nathan yang dikurung di Kerangkeng. Kemudian pada bagian 2, alurnya mundur dan menceritakan bagaimana Nathan bisa dikurung di Kerangkeng dengan sudut pandang pertama.

Novel ini bercerita tentang kehidupan Nathan dari usia 13 sampai menjelang usia 17 tahun yang terus-menerus diawasi oleh Dewan dan memikirkan nasibnya sendiri apakah akan di daftar sebagai penyihir putih atau hitam. Yang kusuka dari tokoh di novel ini adalah Arran, karena ia sangat ramah, mau berteman dan menerima Nathan apa adanya dimana Jessica tidak mau berteman dengan Nathan dan menyalahkan Nathan atas kematian ibunya. Jessica ini bahkan gamau menyentuh atau disentuh Nathan.

Sejujurnya, awalnya menarik ketika membaca buku ini dan lebih menarik ketika kebenarannya terkuak. Hal inilah yang membuatku penasaran dan membalik halaman buku ini. Namun, ditengah-tengah aku merasa alurnya berjalan lambat karena di tengah-tengah ini menceritakan kehidupan sehari-hari Nathan, sehingga fokusku terbuyar. Namun aku tetap menikmati ceritanya.

Kehidupan penyihir dalam dunia Half Bad ini unik, dimana 2 golongan penyihir ini saling membenci dan penyihir putih memiliki Dewan untuk melindungi para penyihir putih dari penyihir hitam. Kalau kalian dengar kalau buku itu bertemakan penyihir seperti, Harry Potter, Hex Hall, dll tentunya kalian akan menemukan sihir-sihir dan mantra. Berbeda dengan Half Bad, seperti yang kubilang dunia Half Bad ini unik, minim mantra. Penasaran? Ayo segera dibaca bukunya.

Aku rasa, ada beberapa terjemahan yang kurang pas bagiku atau itu merupakan gaya penulisannya yang unik? Dan covernya sangat unik, awalnya aku tidak menyadari ada gambar lain di cover asli maupun versi terjemahan. Aku baru mengetahuinya ketika salah satu followingku di instagram bilang ada gambar lain. Ayo, dicek kalau ada yang belum menyadari.

Rating:
3.5/5

1 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...